Sudah sejak sebulan lalu saya jadi warga ibukota, sebagai bagian dari "journey to the west" yang saya dan teman-teman niatkan saat masih terdampar di pulau kecil bernyiur itu. Lucunya di kota ini, saya malah terserang insomnia aneh, sulit tidur di malam hari.
Akibatnya, saat orang-orang lain sudah lama bermimpi, jalanan sunyi, saya malah melakukan banyak hal. Pernah, saking "segarnya" saja jalan kaki muter-muter kompleks sampai pegal kaki dengan harapan rasa lelah membantu mata mengatup. Ternyata saya salah besar. Walaupun penat, keringat yang mengucur sebagai konsekuensi aktivitas tubuh sudah tentu malah menimbulkan perasaan tidak nyaman jika dibawa tidur.
Seperti malam ini, saja jadi asik berpikir sendiri. Mencerna macam-macam hal yang terindrai sesiangan. Akhirnya saya memutuskan untuk menuliskan serangan insomnia aneh ini ke dalam blog saya. Mungkin suatu hari nanti, hari ketika irama tubuh saya sudah "Jakarta banget" sehingga malam hanya sama dengan tidur, saya akan membaca kembali postingan ini dan mengenang malam-malam pertama saya di Jakarta.
Tidak ada apa-apa yang penting dalam tulisan ini, hanya saja saya rasa sudah saatnya detil-detil kehidupan saya dicatat. Sewaktu kanak-kanak, saya mampu mengingat banyak hal secara rinci, baik yang saya pahami maupun yang belum saatnya saya pahami.
Sentimentil? Mungkin. Saya memang tergolong orang yang suka mengenang masa lalu, tentunya masa lalu saya sendiri. Rasanya sangat mudah mengenang peristiwa-peristiwa yang terjadi sampai umur 17 tahun, dan sesudah itu kenangan-kenangan mulai mengabur, kadang-kadang malah kacau.
Oke, kembali ke Insomnia. Apa yang istimewa untuk dikenang sehubungan dengan insomnia ini? Mungkin karena insomnia aneh berkepanjangan seperti ini tidak pernah saya alami sebelumnya. Unik. Layak masuk filing cabinet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar